Track:
Make You Feel My Love
Artist:
Adele
Album:
19 (Deluxe Edition)
Plays:
512 plays
“Kill, lo gatau tadi pagi papi nangis?”
“Enggak. Kenapa?”
“Papi nangis tau gara-gara liat temen-temen Lisa lagi pada mau siap-siap Ujian Nasional. Papi pas lagi di AlfaMart.”
“…”
“Terus papi pulang, nangis bareng mami.”
“Gue juga semalem nangis, gara-gara baca tweet temen-temen si Lisa lagi persiapan buat Ujian Nasional hari ini.”
***
Waktu itu pernah gue ke tempat seorang teman baik yang ibunya baru saja meninggal. Gue bandingin diri gue ama dia. Gue mau liat, gimana diri gue waktu kehilangan adik perempuan gue. Apa sama remuknya dengan temen gue ini.
Ternyata kayaknya enggak. Dia terlihat gak terlalu sedih, matanya gak sembab, air matanya gak menetes setetespun pas meluk gue walau dia berkata “Kita sekarang sama-sama kehilangan seorang perempuan yang kita sayang dalam keluarga kita.” Eh yang ada malah gue yang mewek. :))
Setelah pulang gue nanya sama seseorang yang ikut dateng bareng ke rumah temen gue itu, dan dia juga ada saat adik gue meninggal.
“Dia gak kelihatan sedih banget yah? Beda ama gue pas si Lisa meninggal.”
“Ya bedalah. Kadang kalau orang tua yang meninggal, kadang kita pasti sudah tau, itu mungkin memang sudah waktunya. Di dalam keluarga pemikiran setiap orang pasti orang tua dulu yang menemui ajalnya, kemudian anak-anaknya. Kalau anak yang meninggal duluan, itu pasti akan lebih menyedihkan. Karena sebenarnya masih banyak yang bisa dia lakukan.”
***
Kalau adek gue masih ada. Sekarang pasti dia lagi belajar di dalam kamar sambil BBM -an sama temennya. Dia gakan stress. Gue tau, adik gue pinter. Iyalah. Kalo nggak mah gakan ranking empat. :))
Ujian buat kita adalah melihat teman-teman Lisa melangkahkan kaki menuju sekolah. Lebih susah dari gue harus rapihin alat tulis di lorong sekolah untuk menuju ruang ujian dulu. Lebih susah dari soal yang gak bisa gue jawab.
Selamat menempuh ujian temen-temen Lisa. Resya, Ryan, Risa, Syifa, Jessica. Air mata kami doa untuk kalian. Masih inget gak kata mami waktu kalian berdiri di samping peti Lisa hari itu?
“Kalian harus jadi anak-anak yang berhasil ya.. Harus! Mami gak bisa lihat Lisa berhasil, tapi mami pasti bahagia lihat kalian semua berhasil.”

Track:
Make You Feel My Love
Artist:
Adele
Album:
19 (Deluxe Edition)
Plays:
512 plays
“Kak Kila, ulang lagu ini terus yah ampe gue ketiduran” - @cababeth
Besok adalah hari yang penting untuknya, dia akan bertemu kekasihnya. Mereka berbeda kota, tapi masih merasa rindu yang sama.
Ini pertemuan mereka setelah 20 hari tidak bertemu. Dia siapkan semua. Memesan travel jauh hari sebelumnya, memilih jam yang tepat, memesan seat bagus di belakang supir. Bahkan diapun sudah mencuci rambutnya hari ini, agar nanti ketika bertemu, kekasihnya tidak mencium sesuatu yang janggal ketika mengecup keningnya. Dari kemarenpun dia sudah mulai merias dirinya, dipakainya warna kuteks kesukaan kekasihnya itu. Warna biru dia oleskan di kuku-kukunya, dia membayangkan akan semakin indah ketika tangan itu bergenggaman dengan tangan lelaki yang ia rindukan.
Malam ini, sudah tak sabar dia mau mengirimkan satu kalimat yang dia tahan seharian ini karena kegirangan untuk hari esok. Lama dia menunggu, kekasihnya masih sibuk di kampus. Masih latihan untuk big band yang diikutinya.
21:04
“Aku mau cerita”
“Ya, ceritalah. Aku mendengarkan :)”
“Aku sekarang jadi pemain utama, aku seneng, tapi susah.”
“Ah aku tau kamu pasti bisa kok”
“Iya, ini sebenarnya mendadak. Tadi aku di sms jam empat harus latihan. Dan akhirnya aku jadi pemain utama.”
“Ah aku seneng dengernya.”
“Tapi jadwal latihan jadi padat. Besok, aku harus latihan lagi sampai malam.”
“…”
—-
“Aku sudah cancel keberangkatanku :)”
—-
“Besok, begitu ketemu kamu. Peluk aku setengah jam yah.” *delete*
#nowplaying Coldplay - See You Soon
Kamu, masih kuatkah menahan rindu?
Tulisan ini, di-ilhami dari tulisan @_FHMY http://fiksi.kompasiana.com/cerpen/2012/03/03/kamu-masih-kuatkah-menahan-rindu/
Ah entah sudah berapa bulan ini, gue udah mulai memasuki fase males ngitung. Males ngitung sudah berapa lama gue gak bisa ketawa bareng lu lagi. Semakin gue hitung semakin gue sesek. Toh hitung gak hitung sama aja, lo di sana-sana juga, gue di sini-sini juga. Kecuali ada kepastian lo akan kembali atau gue yang kesana, mungkin akan menyenangkan untuk gue nandain kalender hadiah dari restoran tempat biasa kita makan bareng.
Banyak yang mimpiin lo akhir-akhir ini, itu termasuk gue. Tapi gue males, kenapa mereka harus pada cerita ke gue yak? Gue bukan cenayang, buku primbonpun aku tak punya. Gue gak bisa nebak artinya apa untuk yang lu lakukan di mimpi-mimpi mereka. Tapi kan emang lo begitu anaknya. Gakan bisa ditebak otaknya. Lo inget kan kira-kira empat hari sebelum lo pergi, lu ngurung diri di kamar. Lo ngunci diri bikin kita semua panik et de diskoh. Itu terakhir kalinya gue pengen noyor kepala lo habis-habisan. Walau gue bangga, cuma gue yang berhasil bujuk lo kluar dari kamar dengan bermodalkan BBM doang.
Hari-hari yang gue lewatin lagi berat. Tapi entah kenapa gue merasa lo lagi butuh gue di sana.
Gue masuk rumah sakit, entah ini ada sedikit campur tangan lu atau tidak. Yang jelas, gue bisa sedikit merasakan yang mungkin lo rasain ketika di tempat itu.
Gue dibawa ke UGD tempat lo trakhir kali nutup mata buat selamanya. Dan konyolnya gue harus dibaringkan di ranjang yang sama.
Entahlah, rasanya menderita saat gue tahan sakit sore itu. Dan gue merasa seperti ini :
Hari-hari terakhir sebelum gue masuk rumah sakit, gue terus mikirin lo. Mungkin gue vertigo hari itu supaya gue bisa berbaring di ranjang itu, ngerasain apa yang lo rasain hari itu. Sesak dan gak kuat. Sempat terlintas di benak gue untuk mati ketika rasa sakit nyerang seluruh badan gue. Dan itu bikin gue inget lo yang merintih hari itu. Dan mungkin gue bisa nangkep bahwa lu mau menyampaikan ini sama gue. Supaya gue mengerti, nahan lo tetep ada hanya akan bikin lo menderita.
Dan lo tau gak ruang inap gue, bersebalan dengan ruang isolasi lo. Ruang terakhir lo di rawat. Dan suster yang dorong ranjang gue dari ruang UGD ternyata adalah yang salah satu ikut mompa jantung lo hari itu.
What the?
Yasudahlah, gue seneng ini kok. Semua pada nanyain gue mo makan apa. Lo inget gak waktu orang-orang pada nanyain lo waktu itu “Lisa mau makan apa?” dan lo bingung, gue selalu bisikin “bilang lo mau makan ini Cha” dan lo pun menurut. Dan dalam 10 menit, makanan itu habis di perut gue, nungguin sisa lo yang paling cuma makan 5 suap.
Gue kangen. Gatau harus berapa kali gue nulis ini sambil seka air mata gue. Rasanya cepet banget. Rasanya lo masih di kamar lo. Rasanya gue baru aja kemaren jemput lo di depan pagar. Rasanya baru kemaren gue noyor kepala lo berkali-kali ampe lu BT.
Rasanya baru kemaren, gue punya adik perempuan.
N.B : Mungkin dalam beberapa hari ke depan, gue ganti bunga putih dan ungu yang gue beli beberapa bulan lalu.


Dear Kristo,
Akhirnya aku menuliskan ini. Ini adalah surat jawaban. Jawaban yang aku tulis untuk rasa penasaranmu yang berawal dari fan mail yang kau kirimkan beberapa hari lalu di inbox tumblrku.
Sebelumnya, aku mau meminta maaf karna hanya untuk menjawabnya saja, aku menyuruhmu menulis surat. Dan ternyata kau gigih yah. Kau benar-benar serius dengan rasa penasaranmu. Dan akan aku jelaskan di dalam surat ini, mengapa aku ingin kau menuliskannya dalam bentuk surat.
Pertama-tama, terimakasih sudah berkunjung ke gudang artwork –ku yang tidak seberapa di Deviantart itu. Jujur saja, kalau matamu jeli, sebenarnya tempat itu sudah penuh dengan sarang laba-laba. Karena sudah lama sekali aku tidak merawatnya sejak aku memasukan karya terakhirku.
Di dalan fan mail dan juga surat yang kau tuliskan, rasa penasaranmu jatuh pada dua buah fotografi yang terpampang di sudut bawah Deviantart page milikku. Dan ini bukan fotonya :
1. Hear The Bell

2. Ave Maria

Dan ya, foto ini aku ambil di Gereja Katolik St. Bartolomeus Bekasi, yang memang kemungkinan besar adalah gerejamu. Dan rumahku, berada tidak jauh dari situ.
Dulu aku mengmbil foto ini untuk keperluan portofolio yang harus segera aku berikan pada klien.
Aku suka dengan gereja ini. Ah entah, bukan suka, tapi jatuh cinta. Dulu aku bersama almarhumah adikku suka mengunjunginya di kala sore tiba. Tanah kosong di dekat gereja itu membuat hamparan langit terasa sangat luas. Melihatnya sangat menyenangkan. Orang-orang yang ada di gereja itu juga ramah. Bahkan aku pernah berbincang dengan penjaga keamanan disitu, katanya kalaupun aku ingin di gereja itu sampai malam dia tidak akan melarang.
Aku tidak pernah mengikuti misa disana, karena aku adalah seorang protestan. Tapi mungkin bila suatu hari kau mengajakku mengikuti misa disana, dengan senang hati aku akan datang.
Sekian surat balasan dari surat penasaranmu. Semoga menjawab segalanya. Terimakasih, senang bisa mendapat teman yang sering beribadah di tempat favoritku melihat LangitSore.
Yang menyukai ornamen Katolik,
Priskila Eirene
“Dimana kaki berpijak, disitu langit dijunjung.”

Daerah Gunung Sari diambil dari GEREJA GEKARI FILADELFIA
Kepada kota yang dikelilingi kaki-kaki pantai berombak rindu. Kota yang klasik. Hangat senyum masyarakat, selimut di kala senja. Yang masih hidup dengan tawa anak-anak kecil bermain di pelatarannya.
Kau harus tau mengapa aku menuliskan surat ini untukmu.
Aku termasuk anak yang entah harus dimana menyebutkan keberadaan kampung halamanku. Lahir di Jakarta, pernah menghabiskan masa kecil di kota kembang Bandung. Dan orang tua? Ayahku Manado, Ibuku Ambon.
Sejak kelas 4 Sekolah Dasar hingga lulus Sekolah Menengah Atas, aku hidup di atas tanahmu, Borneo.
Entah aku akan berkelana sampai kapanpun nanti, sejauh mana aku akan pergi, engkaulah kampung halaman. Kota yang aku merasa, iya, ini rumah saya.
Rumah tempat membangun hidup, yang hidup didalamnya dengan banyak orang yang kita sebut keluarga. Menangis, tertawa, jatuh, bangun, berlari kemudian terbang tinggi.
Di atas tanahmu, aku mulai belajar dewasa. Di atas tanahmu aku bertemu mereka yang bisa menangis bersamaku melebihi keluarga dekat. Di atas tanahmu aku pernah jatuh, kemudian berdarah. Lalu ada hujan dari langitmu yang menghapusnya.
Ada kenangan. Banyak. Air mata. Yang mengajarkan aku, ini sudah waktunya dewasa. Harus punya sayap lalu terbang mengejar mimpi.
Sampai akhirnya di hari aku harus pergi, angin dari pantaimu mengusap pipiku seakan berkata, “aku tau, pasti kau akan kembali lagi, suatu hari nanti”
Dan beberapa bulan lalu aku memang kembali. Dan kau masih sama. Hangat. Kau masih seperti dulu, cantik dengan banyak bunga di sisi jalanmu. Gempita anak muda masih memahkotaimu di malam hari. Pelabuhanmu, masih berpeluk rindu.
Terimakasih untuk tanah yang mengajarkanku tentang banyak hal. Satu hal yang pasti, aku akan selalu kembali. Berjalan di sudut kotamu sambil pelan-pelan kau akan mengingatkan aku tentang kenangan-kenangan yang ada di situ.
Sampai berjumpa lagi saat aku kembali lagi. Sampai kapanpun, jika mereka yang di luar sana belum pernah menyinggahimu, dengan bangga aku akan menceritakan dirimu. Menceritakan aku pernah ada di dalamnya.

Pantai di belakang Wisma Bhayangkara ( Depan R.S Pertamina )
Cha, ini udah mulai lagi #30HariMenulisSuratCinta kaya tahun lalu. Gue dong skarang jadi tukang pos! Dari bos dapet sepedah fixie item, lo boleh pinjem. Masih pengen punya sepedah fixie gak? Maaf dulu gue belom punya duit buat beliin, skarang malah dapet dari @PosCinta :))
Di sonoh gimana? Enak kagak? Ada yang suka mijitin lo gak? Hihii. Eh? Pasti dipijitin Oma-lah ya. Salam buat Oma.
Rumah sepi nih. Tapi gak banyak berubah. Mami masih bobo di kamar lo, tapi sama Papi. Dulu kan lo gak suka yah kalo bobo ada Papi, suka ngorok. Hahahaa
Babam berubah loh, Cha. Tambah baik ke gue. Kita jadinya tidur berdua tiap malem. Kita cerita2 dulu. Ceritain lo. Dia sempet bilang sama gue, kalo dia nyesel. Hari2 terakhir, gak ada buat nemenin lo. Jadinya sekarang, kemanapun gue mo pergi, pasti dianterin ama dia. :”)
Kalo Papi, gak berubah. Cuma kalo tiap doa pagi selalu mengulang kalimat yng sama, “Lisa sudah senang di sorga sama Tuhan Yesus”. Dan Papi, selalu manggil gue dengan nama lo, Lisa Lisa Lisa.
Yang kasian, Mami. Pasti lo ngerti. Kalo lu sempet ngunjugin Mami di mimpinya bilangin, jangan suka nangis di kamar.
Lo anak yang baik, gue tau itu. Semua orang tau itu. Lo sayang kita semua. Kadang gue musti nahan air mata gue saat mami mulai nyeletuk kalo dia inget kejadian yang bikin dia kangen lu.
Lo tau celengan Spongebob punya lu kan? Masih ada, gak dibuang. Mami suka liat sambil bilang ke gue, “Mami ingat Lisa, waktu mami lagi gada duit dia selalu bilang ‘Ambil aja tuh Mi uang Lisa di celengan buat beli makanan’..”
Duit lo di dompet juga masih utuh sampe sekarang, Mami masih simpen dompet Pink lo yang duitnya banyak. Duit yang Papi kasih ke lo tiap lo mau minum obat2 yang banyak itu.
Sekarang kita udah mulai gak susah lagi, Cha. :) Lo jangan salahin diri lo lagi karna gue brenti kuliah dulu karna ngalah biar lo punya biaya berobat ke rumah sakit. Kan kalo jadi juga gue tahun ini mau kuliah lagi. :D
Udah, lo senang2 ya disana. Doain kita yang masih di sini. Gue kangen banget. Kemaren pas gue lagi mo ke Jakarta siang2, ngelewatin sekolah lo pas jam pulang. Dan gue berhenti dulu sebentar. Gue kangen jemputin lo naek motor. Kangen nungguin lo di pagar.
Yaudah, segini dulu suratnya. Nanti gue nulis lagi ya. Si Babam juga katanya kalo jadi mo nulis buat lo. Ah tapi gosah dipercaya dulu si binungku satu itu.
Salam buat Oma dan semua2 yang sudah duluan Tuhan Yesus ajak pulang ya.. :)
Peluk Kenceng,
Kak Kila Yang Paling Ganteng

Track:
The Hill
Artist:
Marketa Irglova
Album:
Once Ost
Plays:
2,360 plays
Marketa Irglova - The Hill
Kepada admin akun @udaaay
Hai, denger2 kamu jadi gila yah gara2 kebanyakan ngobrol sama aku?
( eh gimana sih cara mulai surat cinta buat selebtwit ) *dilempar box surat sama bos gengges*
Kamu kenal @begobet gak? Katanya jadi gila karna mentionnya gak pernah di bales2 @detikom …… #iniapaYAOLOH
DAY!! JADI GINI NI!! INI SURAT CINTA GUE BUAT LO YAK!! BIAR LO ADA YANG ANGGEP SELEB!! LO ITU PANTAS JADI SELEBTWIT!! MUKA LO GANTENG!! DIJADIIN MODEL BAGUS!! DI PAJANG DI KALENDER TOKO EMAS APALAGI!! POKOKNYA EMAK LO PASTI BANGGA DAH PUNYA ANAK SAKITJIWA KAYA LO GINI!! #KEPSLOKABISDATANGBULAN #JADISENSITIP
Day, sebagai orang yang nganggep lo selebtwit, gue cuma mo bilang gini :
1. Kuranginlah twit cabul lo yang gak penting. Gimana stetmen “JODOHKU PIYE TUIPS” lo bakal digubris followers?
2. Ngetwit sajak2 lagi dong Day, kalo lo bingung gak bisa ngetwit buat @sajak_cinta kan ada tuh @sajak_bingung @sajak_typo @sajak_cabul (HIYAAA NGAPA CABUL LAGI SIH NI?)
3. Nulis lagi di tumblr! Gue berharap malah lu bakal mau ikutan nulis #30HariMenulisSuratCinta lagi. Ternyata, seperti tahun lalu. Cuma mau ikutan Gathering doang, biar siapa tau dapet jodoh.. HIH!!
4. Gue kehilangan 23:32 lo akhir2 ini. Gue butuh lu, lu yang slalu ngomong Everything’s Gonna Be Better! Dan gue tau, setelah lo ngetwit itu, sebelum hari itu akan berakhir, semua yang akan datang pasti akan baik2 saja. :)
5. Cepet dapet pacar Day! Pokoknya cewek yang bakal jadi pacar lo nanti harus cewek bae2.. Kalo lu disakitin, gue yang turun tangan tembak pake beceng ditempat tu perempuan! Hih!
Udah, segitu doang yah. Gue gak bisa nulis panjang2 lagi. Aer mata gue udah berlinang inget kenangan indah kita kalau ketemu. Dan juga ini sebenernya telat suratnya!! Udah diem!! Husss!! Jangan ketawa!! Diliatin Om Eym tuh!!
Yaudah yah!! I LOVE @UDAAAY!! GUA TAU KOK LU JUGA SAYANG GUE APA DADANYA!! UDAH UDAH!! JANGAN NANGIS!! HUSSSSSS!! *nempelin jari kaki ownyet di bibir uday*
OKE, SIP!! BYE!! TAXIIIIIII!!
Salam Terdahsyat,
Kila Ganteng Yang Sendal Jepitnya Pernah Di Injak Uday Pas Lagi Masuk Rumah Setan Yang Judulnya HANTU RUMAH SAKIT Ampe Sendal Kila Lepas Di Ambilin Gunduruwo
P.S : Karna dapet surat cinta dari gue, ntar Kamis ketemu di Sarinah traktirin gue Bir! GAMO TAU! *kecup jantan* Terakhir, ini foto kita yang selalu menjadi paporit gue! :*